0

Akibat sebuah keterpurukan
            Aku mempunyai seorang teman yang bernama reza, dia adalah teman terbaikku sampai sekarang, aku bergaul dengan reza dari kecil hingga aku dewasa dia tetap  menjadi temanku yang terbaik. Sewaktu reza dalam masa kanak-kanak dia adalah anak yang asik dan pintar, dia mendapat prestasi yang baik di kelasnya semasa dia SD, sungguh anak yang pintar dan baik. Seiring waktu berjalan, pada waktu reza masuk SMP, dia mulai mengenal pergaulan dunia luar yang penuh dengan kemaksiatan, dan sejak itu pula prestasi Reza menurun drastis karena pergaulannya. Reza mulai berkecimpung di dunia tawuran dan sering sekali berkelahi, dia dicap sebagai anak nakal waktu itu.
3 tahun berlalu, dia masuk SMA di SMK 1 KOTA BIMA. Semua mungkin berharap pada waktu SMA dia akan menjadi lebih baik, namun harapan itu sia-sia dan dia malah menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Reza mulai masuk ke dunia musik, dia ingin sekali menjadi anak band seperti teman-teman lainnya. Dia belajar bermain gitar agar bisa menjadi anak band, keinginannya untuk menjadi musisi sangatlah tinggi, dia sering meminta kepada temannya untuk bermain bersama pada saat teman-temannya tampil.
Reza : “teman-teman, aku ingin sekali bermain band seperti kalian!”
Temannya : “Trus, apa hubungannya dengan kita?”
Reza : “Boleh gak aku bergabung dengan grup band kalian?”, kata reza sambil menunjukkan muka ibanya dengan penuh harapan.
Temannya : “ kamu bisa apa? Bermain gitar aja gak bisa apalagi mau bergabung bersama kita”, jawab temannya dengan penuh keangkuhan
Reza : “ Tapi aku sekarang sudah bisa bermain gitar dengan kunci dasar”
Temannya : “kamu mau tampil dengan modal kunci dasar, mending kamu gulung kabel aja deh!” jawab teman-temannya sambil tertawa mengejek reza.
Pada saat itupun reza kecewa dengan teman-temannya, dia begitu sakit hati dengan kata-kata temannya, dan diapun memutuskan untuk tetap belajar gitar dengan sungguh-sungguh. Selang hari berlalu Reza bergaul dengan temannya yang lain yang juga anak band, ada seorrang teman seniornya yang melihat Reza yang sungguh-sungguh ingin belajar main gitar, dia adalah Amenk, anak band senior di kampungnya. Karena Amenk melihat keinginan Reza yang begitu tinggi untuk belajar gitar, Amenkpun mengajarinya bermain gitar, karena Reza adalah anak yang pintar dan cepat tangkap, Amenk merasa senang mengajarinya dan dengan cepat Reza pintar bermain gitar. Amenk salut pada Reza yang begitu ambisius dan cepat pintar bermain gitar, tanpa berpikir panjang amenkpun mengatakan sesuatu pada Reza.
Amenk : “Reza, maukah kamu bergabung dengan band kami? Kamu pegang gitar 2.
Reza : “abang serius mengajak saya bermain band?”jawab Reza dengan muka yang bingung dan sedikit bahagia
Amenk : “saya serius, kamu sekarang sudah lumayan lincah bermain gitar, makanya saya ajak kamu untuk bergabung, mau gak?.

Akibat sebuah keterpurukan             Aku mempunyai seorang teman yang bernama reza, dia adalah teman terbaikku sampai sekarang, aku bergaul dengan reza dari kecil hingga aku dewasa dia tetap  menjadi temanku yang terbaik. Sewaktu reza dalam masa kanak-kanak dia adalah anak yang asik dan pintar, dia mendapat prestasi yang baik di kelasnya semasa dia SD, sungguh anak yang pintar dan baik. Seiring waktu berjalan, pada waktu reza masuk SMP, dia mulai mengenal pergaulan dunia luar yang penuh dengan kemaksiatan, dan sejak itu pula prestasi Reza menurun drastis karena pergaulannya. Reza mulai berkecimpung di dunia tawuran dan sering sekali berkelahi, dia dicap sebagai anak nakal waktu itu. 3 tahun berlalu, dia masuk SMA di SMK 1 KOTA BIMA. Semua mungkin berharap pada waktu SMA dia akan menjadi lebih baik, namun harapan itu sia-sia dan dia malah menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Reza mulai masuk ke dunia musik, dia ingin sekali menjadi anak band seperti teman-teman lainnya. Dia belajar bermain gitar agar bisa menjadi anak band, keinginannya untuk menjadi musisi sangatlah tinggi, dia sering meminta kepada temannya untuk bermain bersama pada saat teman-temannya tampil. Reza : “teman-teman, aku ingin sekali bermain band seperti kalian!” Temannya : “Trus, apa hubungannya dengan kita?” Reza : “Boleh gak aku bergabung dengan grup band kalian?”, kata reza sambil menunjukkan muka ibanya dengan penuh harapan. Temannya : “ kamu bisa apa? Bermain gitar aja gak bisa apalagi mau bergabung bersama kita”, jawab temannya dengan penuh keangkuhan Reza : “ Tapi aku sekarang sudah bisa bermain gitar dengan kunci dasar” Temannya : “kamu mau tampil dengan modal kunci dasar, mending kamu gulung kabel aja deh!” jawab teman-temannya sambil tertawa mengejek reza. Pada saat itupun reza kecewa dengan teman-temannya, dia begitu sakit hati dengan kata-kata temannya, dan diapun memutuskan untuk tetap belajar gitar dengan sungguh-sungguh. Selang hari berlalu Reza bergaul dengan temannya yang lain yang juga anak band, ada seorrang teman seniornya yang melihat Reza yang sungguh-sungguh ingin belajar main gitar, dia adalah Amenk, anak band senior di kampungnya. Karena Amenk melihat keinginan Reza yang begitu tinggi untuk belajar gitar, Amenkpun mengajarinya bermain gitar, karena Reza adalah anak yang pintar dan cepat tangkap, Amenk merasa senang mengajarinya dan dengan cepat Reza pintar bermain gitar. Amenk salut pada Reza yang begitu ambisius dan cepat pintar bermain gitar, tanpa berpikir panjang amenkpun mengatakan sesuatu pada Reza. Amenk : “Reza, maukah kamu bergabung dengan band kami? Kamu pegang gitar 2. Reza : “abang serius mengajak saya bermain band?”jawab Reza dengan muka yang bingung dan sedikit bahagia Amenk : “saya serius, kamu sekarang sudah lumayan lincah bermain gitar, makanya saya ajak kamu untuk bergabung, mau gak?.     Reza : “Mau sekali bang!” jawab Reza dengan penuh kebahagiaan. Rezapun masuk grup band yang bernama Berandalan Bentenk yang merupakan grup band senior ternama pada waktu itu, dan membuat perasaan Reza sangat bahagia. Penampilan pertama seorang Reza bersama band ternama di kotanya, rasanya bagaikan mimpi, Merekapun memulai permainan dan tiba-tiba Reza membuat sensasi baru yang begitu mengagetkan semua orang, keluar percikan api di kabel gitarnya, Reza sendiripun kaget, dia gak tau kenapa tapi bukannya omelan yang dia dapat, dia malah dipuji temannya”mungkin kabelnya terbakar karena permainan gitar kamu yang begitu bagus, tapi permainan kamu emank bagus ko”, Rezapun tersenyum mendengar pujian itu. Keesokan harinya saat Reza keluar rumahnya, dia dipanggil oleh Andi, teman lamanya yang telah menolaknya untuk bermain bersama dulu, Dan Rezapun mendengarkannya dan pergi menuju Andi. Andi : “Sudah sombong ya kamu sekarang, mentang-mentang sudah bermain dengan berandalan bentenk, kamu tidak mau lagi bergaul dengan kita” Reza : “Biasa aja ko, mank ada masalah apa?” Andi : “Reza, mau gak kamu gabung di grup bandnya kita? Dari pada kamu bergabung sama mereka yang baru kamu kenal, lebih baik kamu gabung saja sama kita-kita teman kamu dari dulu” Reza : “Saya minta maaf kawan, saya sudah telanjur sakit hati dengan kata-kata kalian dulu, yang menolak saya untuk bermain bersama kalian. Andi : “Itukan masa lalu, lupain ajalah” Reza : “Dulu kalian menolak mentah-mentah saya yang ingin bermain gitar bersama kalian, sekarang kalian memanggil saya lagi, menurut kamu apa bisa dulupain?” Andi terdiam kaku mendengar jawaban dari Reza yang menyudutkannya, sifat Andi yang begitu angkuh membuatnya kehilangan seorang teman baiknya sendiri, dan itu semua membuat Andi sadar dan meminta maaf kepada Reza atas kelakuannya waktu itu, dan Rezapun memaafkannya. Reza dan Andipun kembali berteman seperti dulu, Rezapun tidak lupa berterima kasih kepada Andi, karena mungkin kalau dia tidak merasa direndahkan, dia tidak akan menjadi seperti ini. Hubungan pertemanan mereka berjalan seperti biasa, masalah yang lalu mungkin tak bisa dilupakan, namun akan jadi kenangan persahabatan mereka dan pelajaran buat mereka sendiri.
friendship

Reza : “Mau sekali bang!” jawab Reza dengan penuh kebahagiaan.
Rezapun masuk grup band yang bernama Berandalan Bentenk yang merupakan grup band senior ternama pada waktu itu, dan membuat perasaan Reza sangat bahagia. Penampilan pertama seorang Reza bersama band ternama di kotanya, rasanya bagaikan mimpi, Merekapun memulai permainan dan tiba-tiba Reza membuat sensasi baru yang begitu mengagetkan semua orang, keluar percikan api di kabel gitarnya, Reza sendiripun kaget, dia gak tau kenapa tapi bukannya omelan yang dia dapat, dia malah dipuji temannya”mungkin kabelnya terbakar karena permainan gitar kamu yang begitu bagus, tapi permainan kamu emank bagus ko”, Rezapun tersenyum mendengar pujian itu.
Keesokan harinya saat Reza keluar rumahnya, dia dipanggil oleh Andi, teman lamanya yang telah menolaknya untuk bermain bersama dulu, Dan Rezapun mendengarkannya dan pergi menuju Andi.
Andi : “Sudah sombong ya kamu sekarang, mentang-mentang sudah bermain dengan berandalan bentenk, kamu tidak mau lagi bergaul dengan kita”
Reza : “Biasa aja ko, mank ada masalah apa?”
Andi : “Reza, mau gak kamu gabung di grup bandnya kita? Dari pada kamu bergabung sama mereka yang baru kamu kenal, lebih baik kamu gabung saja sama kita-kita teman kamu dari dulu”
Reza : “Saya minta maaf kawan, saya sudah telanjur sakit hati dengan kata-kata kalian dulu, yang menolak saya untuk bermain bersama kalian.
Andi : “Itukan masa lalu, lupain ajalah”
Reza : “Dulu kalian menolak mentah-mentah saya yang ingin bermain gitar bersama kalian, sekarang kalian memanggil saya lagi, menurut kamu apa bisa dulupain?”
Andi terdiam kaku mendengar jawaban dari Reza yang menyudutkannya, sifat Andi yang begitu angkuh membuatnya kehilangan seorang teman baiknya sendiri, dan itu semua membuat Andi sadar dan meminta maaf kepada Reza atas kelakuannya waktu itu, dan Rezapun memaafkannya. Reza dan Andipun kembali berteman seperti dulu, Rezapun tidak lupa berterima kasih kepada Andi, karena mungkin kalau dia tidak merasa direndahkan, dia tidak akan menjadi seperti ini. Hubungan pertemanan mereka berjalan seperti biasa, masalah yang lalu mungkin tak bisa dilupakan, namun akan jadi kenangan persahabatan mereka dan pelajaran buat mereka sendiri.
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment Blogger Disqus