0
Tubuh-tubuh kaku terbujur sunyi
Terpancang tonggak bisu tak bernama
Tanah merah tanpa bertabur bunga
Tapi rela pahlawan terbaring di pusara.

Ketika kejam peperangan merobek damai sepi
Kau angkat senjata tanpa dipinta
Melawan penindasan dan penjajahan
Demi bumi pertiwi.

Ketika tangan tangan masih mampu mencekam mencengkeram
Jantung berdetak hati berderak
Kau pekikkan satu tekad:

MERDEKA..........!!!

Kau biarkan di sekujur tubuhmu
Luka nganga bertaut sendiri
Kau korbankan milikmu, hidupmu
Gugur satu-satu.

Sebelum sempat kukalungkan bunga di lehermu
Aku sematkan bintang jasa di dadamu
Kau berlalu tanpa meminta balas jasa.

Pahlawanku,
Ijinkan aku seka darah di luka tubuhmu
Aku hapus debu di telanjang kakimu
Sebagai rasa hormat dan terima kasihku.

Pahlawanku,
Di atas pusaramu
Kutaburkan wangi bunga-bunga
Dan kuteteskan haru air mata......
Tubuh-tubuh kaku terbujur sunyi Terpancang tonggak bisu tak bernama Tanah merah tanpa bertabur bunga Tapi rela pahlawan terbaring di pusara.  Ketika kejam peperangan merobek damai sepi Kau angkat senjata tanpa dipinta Melawan penindasan dan penjajahan Demi bumi pertiwi.  Ketika tangan tangan masih mampu mencekam mencengkeram Jantung berdetak hati berderak Kau pekikkan satu tekad:  MERDEKA..........!!!  Kau biarkan di sekujur tubuhmu Luka nganga bertaut sendiri Kau korbankan milikmu, hidupmu Gugur satu-satu.  Sebelum sempat kukalungkan bunga di lehermu Aku sematkan bintang jasa di dadamu Kau berlalu tanpa meminta balas jasa.  Pahlawanku, Ijinkan aku seka darah di luka tubuhmu Aku hapus debu di telanjang kakimu Sebagai rasa hormat dan terima kasihku.  Pahlawanku, Di atas pusaramu Kutaburkan wangi bunga-bunga Dan kuteteskan haru air mata......  PUSARA  PAHLAWAN  Kendal, Agustus ‘76  Karya: Kakanda
PUSARA  PAHLAWAN

Kendal, Agustus ‘76

Karya: Kakanda

Post a Comment Blogger Disqus