0

Puisi Dikala cinta diduakan Tersentak hatiku melirik pilu Tiada upaya berlari terburu Hanya bisa diam membisu Melihat dirimu berpeluk rindu Dengan seorang yg lebih menawan dariku  Hati menangis tersedu-sedu Entah percaya, entah tidak Namun nyatanya kau iringkan sepucuk kata "maaf aku tak lagi cinta" Begitu katanya  Tak ku duga,, Sayatan kata kau lempar jua Seolah cinta begitu mudah terlupa Ku coba memahami Apalah salahnya diri ini ?  Lantas kutilik menggali diri Berkaca pada bayang memori Adakah kesakitan yg ku tuang ? Ku kira tak kudapati jejaknya Hati kian bertanya Mengapa kau mendua ? Tak bermaknakah cinta yg kupunya ? Sungguh tak ku mengerti  Sudahlah,,, Kuiring tawa dalam derita ini Berpasrah pada takdir Illahi Berupaya bahagia meski menuai kecewa Tak mengapa,,, Karna aku punya ENGKAU Yang Maha Membolak-balikan hati manusia Bila kini ku pilu Esok takan ku dapati sendu Aamiin kan !
Puisi Dikala cinta diduakan
Tersentak hatiku melirik pilu
Tiada upaya berlari terburu
Hanya bisa diam membisu
Melihat dirimu berpeluk rindu
Dengan seorang yg lebih menawan dariku


Hati menangis tersedu-sedu
Entah percaya, entah tidak
Namun nyatanya kau iringkan sepucuk kata
"maaf aku tak lagi cinta"
Begitu katanya

Tak ku duga,,
Sayatan kata kau lempar jua
Seolah cinta begitu mudah terlupa
Ku coba memahami
Apalah salahnya diri ini ?

Lantas kutilik menggali diri
Berkaca pada bayang memori
Adakah kesakitan yg ku tuang ?
Ku kira tak kudapati jejaknya
Hati kian bertanya
Mengapa kau mendua ?
Tak bermaknakah cinta yg kupunya ?
Sungguh tak ku mengerti

Sudahlah,,,
Kuiring tawa dalam derita ini
Berpasrah pada takdir Illahi
Berupaya bahagia meski menuai kecewa
Tak mengapa,,,
Karna aku punya ENGKAU
Yang Maha Membolak-balikan hati manusia
Bila kini ku pilu
Esok takan ku dapati sendu
Aamiin kan !

Post a Comment Blogger Disqus