10
malam ini....
dari beranda kamar usangku,
kulihat gawang gawang diatas langit,
kusam dan legam angkasa tunjukan wajahnya,
hanya gulita yg menjd penyangga,
tiada bulan...
tiada bintang...
hanya segerombolan awan hitam penuh dg kepekatan...
tak kuasa hati ini menatapmu berlama lama,
pedih kurasa saat mahkotamu berlahan sirna,
bangkitlah kau malam...
buang pedihmu jauh jauh...
taburi dg ceria penuh warna...
agar malamu,biar langitmu tak lg bermuram durja... — di kamar usangku.

Karya: Norick Ardian Hidayat

malam ini.... dari beranda kamar usangku, kulihat gawang gawang diatas langit, kusam dan legam angkasa tunjukan wajahnya, hanya gulita yg menjd penyangga, tiada bulan... tiada bintang... hanya segerombolan awan hitam penuh dg kepekatan... tak kuasa hati ini menatapmu berlama lama, pedih kurasa saat mahkotamu berlahan sirna, bangkitlah kau malam... buang pedihmu jauh jauh... taburi dg ceria penuh warna... agar malamu,biar langitmu tak lg bermuram durja... — di kamar usangku.  Karya: Norick Ardian Hidayat   PEDIH
PEDIH

Post a Comment Blogger Disqus

  1. Replies
    1. Sastrawan itu puitis kalau sudah masuk ke dunia nya sendiri,
      tak kuasa hati ini menatapmu berlama lama,
      pedih kurasa saat mahkotamu berlahan sirna,
      bangkitlah kau malam.
      Kumpulan cerita tentang masa lalu yang hanya bisa di ingat lewat sebuah kata kata dan memori indah.

      Delete
  2. Replies
    1. Ok terima kasih sastra Indonesia Terbaru nya

      Delete
  3. Puisi nya menyentuh banget!!!!!!!..... ;((

    ReplyDelete
  4. puisi gini nih yang gk kuat gw bacanya, suka terharu sendiri.
    btw puisinya menyentuh banget, salut ama Norick Ardian Hidayat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karya sastra norick ardian hidayat terbaik terbagus ya mas,
      Puisi, cerpen, prosa dan sajak yang luar biasa hebatnya,
      Kata kata yang digunakan nya juga rapi dan bermakna,
      Semoga bisa sukses

      Delete