0
Malu hanya dipajang sebagai hiasan dinding,
tanpa rasa bersalah
menari di antara koin-koin emas berlumur darah

bersanding angkuh seolah akan terus hidup dalam keindahan tahta kemenangan....
lalai pada hakekat manusia
yang suatu saat nanti menua, pikun, dan tak berdaya

bahkan seorang tiran yg paling kuat sekalipun....
banyak diantaranya mati
sebagai pengecut dan pecundang....

tanpa sempat mengakui kekeliruan nya
atau dia memang tak pernah berani mengakui..??

segala sesuatu
ada saatnya....
ada masanya....

Karya: Selaksa Makna

Malu hanya dipajang sebagai hiasan dinding, tanpa rasa bersalah menari di antara koin-koin emas berlumur darah  bersanding angkuh seolah akan terus hidup dalam keindahan tahta kemenangan.... lalai pada hakekat manusia yang suatu saat nanti menua, pikun, dan tak berdaya  bahkan seorang tiran yg paling kuat sekalipun.... banyak diantaranya mati sebagai pengecut dan pecundang....  tanpa sempat mengakui kekeliruan nya atau dia memang tak pernah berani mengakui..??  segala sesuatu ada saatnya.... ada masanya....  Karya: Selaksa Makna   KEKELIRUAN
KEKELIRUAN

Post a Comment Blogger Disqus