0

 Cintaku Bodoh              Kisah cintaku yang selalu berjalan selama 2 minggu akhirnya ku alami lagi bersama Tiara, namun ini sangat menyayat hatiku. Aku yang selalu ditemani Tiara setiap hari dengan penuh kemesraan, menjalani hari-hari dengan begitu indah bersamanya, sekarang harus menerima kenyataan pahit bahwa aku takkan bisa lagi bersama bermesraan dengannya. Aku putus dengan Tiara tanpa sebab, tidak lagi bisa bersamanya, dan itu semua membuatku begitu sakit hati hingga aku harus menteskan air mata pertamaku untuk seorang wanita yang akhirnya meninggalkan aku.  Selang seminggu kemudian, adikku memperkenalkan aku dengan temannya yang bernama Tia, namun karena aku yang waktu itu masih terbayangi oleh sosok Tiara membuatku sulit untuk berpindah ke hati yang lain, walaupun Tia adalah cewek yang cantik.  “Dek, Tia itu cantik dan mempesona deh, salam buat Tia dari aku yah”  “iya kak, tenang aja, pasti aku salamin kok, emang salam apa dulu nih?”  “yah, salam gitu aja”  “ok deh, apa sih yang gak buat kakakku tercinta ini!”  Keesokan harinya aku mendengar kabar bahwa Tia menerima salam dari aku walaupun gak jelas juga salam apaan, tapi aku merasa sedikit bahagia karena Tia yang cantik itu mau juga menerima salam dariku. Karena aku mendapat respon positif dari Tia membuat aku ingin lebih dalam mengenalnya.  “Dek, salam buat Tia dari aku lagi yah!”  “ya elah kak, aku tuh capek tau gak, tiap hari disuruh salamin sama Tia dan Tia juga menyuruh salam balik. Gitu aja tiap hari, mending kakak ambil nih nomor handphonenya buat hubungi dia langsung”  “ok, siapa takut, apa sih yang gak ku lakuin buat dapetin cewek cantik seperti Tia!” kata gombal yang sudah basi itu selalu saja ku ucapin sama cewek, mereka sih sudah pasti bosan dengarinnya.  Sesaat kemudian aku langsung menghubungi Tia, Tia yang begitu ramah dan lucu membuat aku cepat sekali akrab dengannya. Aku suka sekali dengan keceriaan dan kedewasaan pemikirannya walalupun sebenarnya dia masih ABG. Saat itu aku merasa baru bertemu cewek untuk pertama kalinya karena dia begitu beda dengan cewek-cewek yang ku kenal selama ini, dan itu semua membuat perasaanku mulai tumbuh pada Tia.  Seminggu kemudian aku mencoba menembak Tia, karena aku saat itu lumayan bisa bermain gitar, aku memainkan musik klasik untuknya. Malam yang indah bersama Tia membuat aku begitu kaku untuk mengungkapkan perasaanku, dan akhirnya aku takut untuk mengungkapkan perasaanku. Pada pagi harinya aku sudah tidak tahan dengan perasaanku, aku menghubunginya lewat sms, walaupun pecundang tapi aku gak peduli tentang semua itu.  “Tia, sebenarnya aku sayang sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?” kata-kata ungkapan cinta yang basi itu keluar dari mulutku,  “Tapi kakak kan baru kenal Tia, masa sih kita langsung pacaran”  “Maaf Tia, sekarang aku gak tau apa-apa, aku gak tau apakah aku baru kenal atau tidak, aku hanya tau kalau aku sayang sama Tia, dan sayang itu membuatku menjadi bodoh dan tidak tau apa-apa”  “Iya kak, tapi kakak kan belum benar-benar kenal Tia, nanti takutnya kakak akan nyesal dan kecewa”  “Gak perlu waktu untuk mengetahui semuanya, cukup rasa sayangku saja yang menyatukan perbedaan antara kau dan aku, sayangku hanya butuh jawaban tentang perasaan Tia sama aku”  “ok deh kak, Tia mau jadi pacarnya kakak”  Akhirnya aku dan Tia resmi berpacaran. Hubungan itu membuat aku dan Tia semakin dekat, Tia begitu baik sama aku, dia selau datang ke rumah untuk menemani aku jika aku tak merasa rindu padanya, kami berdua saling bercerita tentang masa lalu dan kehidupan kami walaupun terdengar agak konyol, tapi itu semua membuatku bahagia berada di dekatnya, gitar dan musik klasik yang aku mainkan selalu mengiringi cerita kami berdua, sungguh konyol dan romantis.  Aku yang begitu mudah untuk jatuh cinta membuat perasaan cintaku tumbuh pada Tia dan bisa melupakan Tiara. Aku suka dengan kesederhanaannya, kedewasaannya, kebaikannya, keceriaanya, dan semua yang ada pada dirinya membuat aku jatuh cinta pada Tia, tapi ada satu yang paling ku suka pada dirinya, yaitu gigi gingsulnya yang unik dan lucu dan begitu manis tertampang di wajahnya Tia. Cintaku pada Tia membuat aku menjadi bodoh, dan selalu bertingkah bodoh, diapun memanggil aku Bodoh dan akupun memanggilnya dengan sebutan Bodoh. Pada dasarnya sih aku yang sudah menjadi bodoh karena cintaku pada Tia.  Malam minggu adalah malam spesial bagiku dan Tia selalu ada buatku, namun pada malam minggu keempat saat aku berpacaran dengan Tia, Tia tidak bisa hadir untuk menemaniku,  “Maaf ya bodoh, aku gak bisa keluar malam ini, jadi aku gak bisa ketemu sama kamu bodoh”  Mendengar kata-katanya bodoh lagi-lagi membuatku bertingkah bodoh, aku mencoba untuk berbohong,  “Bodoh, kamu tau kan ini malam minggu, dan sekarang ini aku lagi sakit, tapi kamu gak ada disini”  “Tapi bodoh mama sama bapakku ngelarang aku buat keluar”  “Apa salahnya sih kamu ijin sebentar saja, biar aku suruh ayu yang kesitu untuk menjemput kamu”  “Percuma bodoh, aku gak bisa keluar”  “alah, bohong kamu, kenapa sih harus malam minggu, aku sakit tau jika melewati malam yang spesial tanpa kamu disini”  Karena pikiranku sudah kabur dengan emosi, aku tidak mau membalas sms dari Tia, aku merasa begitu kecewa malam itu. Dan keesokan harinya Tia datang ke rumahku untuk mengajakku ke suatu tempat,  “Bodoh, maafin aku yah, mau gak kamu temani aku ke suatu tempat, aku ingin nunjukkin sesuatu sama kamu”  Karena aku begitu sayang sama Tia aku pun memaafkannya,  “iya dah aku maafin, emang kamu mau ngajak aku kemana sih?”  “Pokoknya ikut aja dulu, ntar juga tau”  Aku, Tia, adikku dan temannya tia pergi ke tempat itu. Sesampainya di suatu gunung ternyata aku kami harus jalan melewati gunung dulu untuk sampai kesana. Kamipun sama-sama pergi berjalan kesana, namun karena aku yang begitu bodoh dengan cinta, aku memanjakan diri kepada Tia, aku memintanya untuk memegang tanganku menaiki gunung. Seharusnya sih terbalik, seharusnya aku yang megang tangannya Tia, tapi itulah bodohnya aku yang merasa kelakuanku itu benar. Kami tidak bisa melanjutkan perjalanan kami karena waktu tidak memungkinkan, dan akhirnya kamipun kembali lagi. Di tengah perjalanan lagi-lagi aku membuat masalah, aku marah-marah dan mengajaknya ke suatu tempat untuk berbicara,  “Bodoh, kamu sayang gak sih sama aku?”   “Gak ada yang bisa tau perasaanya Tia, Tia juga gak tau perasaan kakak itu gimana, percuma Tia omongin, ntar kakak pasti tanya-tanya terus perasaanya Tia walaupun Tia ngomongnya beribu kali”  Aku terdiam kebingungan, penuh dengan tanda tanya tentang perasaannya Tia.  Keesokan harinya Tia sms aku seperti biasa, namun pada saat itu pula aku melakukan hal yang begitu bodoh karena aku ingin tau perasaannya Tia. Aku sms Tia dengan mengaku sebagai ceweknya aku,  “Maaf ini siapa yah?”  “Ini Tia bodoh, kok lupa sih”  “Saya bukan bodoh, tapi saya nurul”  “Maaf ini nurul siapa yah?, ini bukannya satria?”  “Ini nurul pacarnya satria, dan sekarang satrianya kecelakaan, dia dirawat dirumahku dan aku lagi duduk nungguin dia pulih di kamarku”  “loh, ngapain kalian disitu, bawa pulang satria cepat, gak baik cowok sama cewek berduaan dalam kamar”  “Emang kamu siapanya satria sih pake ngelarang segala”  “pokoknya bawa pulang satria cepat, kalau gak dimana rumah kamu biar aku jemput satria sekarang”  “Maaf ya, aku gak bisa ngebiarin satria pergi gitu aja dengan kamu”  “dasar cewek anjing, makan tuh satria, aku gak butuh tau gak”  Tia begitu marah pada saat itu, karena dia paling membenci pacarnya yang selingkuh. Tia menelpon adikku dengan penuh amarah dan minta putus. Aku kaget sekali mendengar hal itu, aku mencoba menghubunginya beberapa kali tapi gak ada jawaban yang aku terima, sampai 3 hari aku gak tau kabarnya Tia, aku sedih sekali hubunganku harus berakhir lagi dengan kesedihan, walaupun saat itu aku pacaran sama Tia sebulan. Tia adalah satu-satunya cewek yang mampu bertahan sama aku selama sebulan, cewek yang paling lama berpacaran denganku.  Akhirnya aku sadar satu hal tentang kisah cintaku selama ini. Cintaku begitu bodoh, sehingga membuat aku selalu saja membuat hal-hal bodoh yang membuat pacarku tidak betah sama aku. Setiap kali aku pacaran aku selalu menjadi cowok yang begitu manja dan tak pernah bisa untuk tegas, aku selalu membuat masalah di tengah perjalanan cintaku yang akhirnya membuat aku juga sakit hati. Saat itu aku merasa melakukan hal yang begitu bodoh sekali walaupun akhirnya Tia mau memaafkan aku, tapi tidak untuk balik sama aku.  Ok aku kecewa, aku sedih, aku sakit, dan lainnya. Tapi aku juga bahagia, karena aku dapat pelajaran dari itu semua. Mungkin kalau gak begitu aku tidak akan berubah sampai sekarang, dan berkat itu juga aku yang dulunya adalah ketergantungan obat-obatan bisa melepas itu semua, itu adalah sebuah patah hati yang membuat aku menyadari cintaku. Aku juga harus berterima kasih sekali pada si Bodoh yang cantik dan unik itu, karena dia aku bisa berubah sampai sekarang. Sampai kapanpun dia tetap menjadi kenangan terindahku, dan aku akan tetap mengingat gigi gingsulnya yang lucu itu, sungguh BODOH.
Cintaku Bodoh

            Kisah cintaku yang selalu berjalan selama 2 minggu akhirnya ku alami lagi bersama Tiara, namun ini sangat menyayat hatiku. Aku yang selalu ditemani Tiara setiap hari dengan penuh kemesraan, menjalani hari-hari dengan begitu indah bersamanya, sekarang harus menerima kenyataan pahit bahwa aku takkan bisa lagi bersama bermesraan dengannya. Aku putus dengan Tiara tanpa sebab, tidak lagi bisa bersamanya, dan itu semua membuatku begitu sakit hati hingga aku harus menteskan air mata pertamaku untuk seorang wanita yang akhirnya meninggalkan aku.
Selang seminggu kemudian, adikku memperkenalkan aku dengan temannya yang bernama Tia, namun karena aku yang waktu itu masih terbayangi oleh sosok Tiara membuatku sulit untuk berpindah ke hati yang lain, walaupun Tia adalah cewek yang cantik.
“Dek, Tia itu cantik dan mempesona deh, salam buat Tia dari aku yah”
“iya kak, tenang aja, pasti aku salamin kok, emang salam apa dulu nih?”
“yah, salam gitu aja”
“ok deh, apa sih yang gak buat kakakku tercinta ini!”
Keesokan harinya aku mendengar kabar bahwa Tia menerima salam dari aku walaupun gak jelas juga salam apaan, tapi aku merasa sedikit bahagia karena Tia yang cantik itu mau juga menerima salam dariku. Karena aku mendapat respon positif dari Tia membuat aku ingin lebih dalam mengenalnya.
“Dek, salam buat Tia dari aku lagi yah!”
“ya elah kak, aku tuh capek tau gak, tiap hari disuruh salamin sama Tia dan Tia juga menyuruh salam balik. Gitu aja tiap hari, mending kakak ambil nih nomor handphonenya buat hubungi dia langsung”
“ok, siapa takut, apa sih yang gak ku lakuin buat dapetin cewek cantik seperti Tia!” kata gombal yang sudah basi itu selalu saja ku ucapin sama cewek, mereka sih sudah pasti bosan dengarinnya.
Sesaat kemudian aku langsung menghubungi Tia, Tia yang begitu ramah dan lucu membuat aku cepat sekali akrab dengannya. Aku suka sekali dengan keceriaan dan kedewasaan pemikirannya walalupun sebenarnya dia masih ABG. Saat itu aku merasa baru bertemu cewek untuk pertama kalinya karena dia begitu beda dengan cewek-cewek yang ku kenal selama ini, dan itu semua membuat perasaanku mulai tumbuh pada Tia.
Seminggu kemudian aku mencoba menembak Tia, karena aku saat itu lumayan bisa bermain gitar, aku memainkan musik klasik untuknya. Malam yang indah bersama Tia membuat aku begitu kaku untuk mengungkapkan perasaanku, dan akhirnya aku takut untuk mengungkapkan perasaanku. Pada pagi harinya aku sudah tidak tahan dengan perasaanku, aku menghubunginya lewat sms, walaupun pecundang tapi aku gak peduli tentang semua itu.
“Tia, sebenarnya aku sayang sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?” kata-kata ungkapan cinta yang basi itu keluar dari mulutku,
“Tapi kakak kan baru kenal Tia, masa sih kita langsung pacaran”
“Maaf Tia, sekarang aku gak tau apa-apa, aku gak tau apakah aku baru kenal atau tidak, aku hanya tau kalau aku sayang sama Tia, dan sayang itu membuatku menjadi bodoh dan tidak tau apa-apa”
“Iya kak, tapi kakak kan belum benar-benar kenal Tia, nanti takutnya kakak akan nyesal dan kecewa”
“Gak perlu waktu untuk mengetahui semuanya, cukup rasa sayangku saja yang menyatukan perbedaan antara kau dan aku, sayangku hanya butuh jawaban tentang perasaan Tia sama aku”
“ok deh kak, Tia mau jadi pacarnya kakak”
Akhirnya aku dan Tia resmi berpacaran. Hubungan itu membuat aku dan Tia semakin dekat, Tia begitu baik sama aku, dia selau datang ke rumah untuk menemani aku jika aku tak merasa rindu padanya, kami berdua saling bercerita tentang masa lalu dan kehidupan kami walaupun terdengar agak konyol, tapi itu semua membuatku bahagia berada di dekatnya, gitar dan musik klasik yang aku mainkan selalu mengiringi cerita kami berdua, sungguh konyol dan romantis.
Aku yang begitu mudah untuk jatuh cinta membuat perasaan cintaku tumbuh pada Tia dan bisa melupakan Tiara. Aku suka dengan kesederhanaannya, kedewasaannya, kebaikannya, keceriaanya, dan semua yang ada pada dirinya membuat aku jatuh cinta pada Tia, tapi ada satu yang paling ku suka pada dirinya, yaitu gigi gingsulnya yang unik dan lucu dan begitu manis tertampang di wajahnya Tia. Cintaku pada Tia membuat aku menjadi bodoh, dan selalu bertingkah bodoh, diapun memanggil aku Bodoh dan akupun memanggilnya dengan sebutan Bodoh. Pada dasarnya sih aku yang sudah menjadi bodoh karena cintaku pada Tia.
Malam minggu adalah malam spesial bagiku dan Tia selalu ada buatku, namun pada malam minggu keempat saat aku berpacaran dengan Tia, Tia tidak bisa hadir untuk menemaniku,
“Maaf ya bodoh, aku gak bisa keluar malam ini, jadi aku gak bisa ketemu sama kamu bodoh”
Mendengar kata-katanya bodoh lagi-lagi membuatku bertingkah bodoh, aku mencoba untuk berbohong,
“Bodoh, kamu tau kan ini malam minggu, dan sekarang ini aku lagi sakit, tapi kamu gak ada disini”
“Tapi bodoh mama sama bapakku ngelarang aku buat keluar”
“Apa salahnya sih kamu ijin sebentar saja, biar aku suruh ayu yang kesitu untuk menjemput kamu”
“Percuma bodoh, aku gak bisa keluar”
“alah, bohong kamu, kenapa sih harus malam minggu, aku sakit tau jika melewati malam yang spesial tanpa kamu disini”
Karena pikiranku sudah kabur dengan emosi, aku tidak mau membalas sms dari Tia, aku merasa begitu kecewa malam itu. Dan keesokan harinya Tia datang ke rumahku untuk mengajakku ke suatu tempat,
“Bodoh, maafin aku yah, mau gak kamu temani aku ke suatu tempat, aku ingin nunjukkin sesuatu sama kamu”
Karena aku begitu sayang sama Tia aku pun memaafkannya,
“iya dah aku maafin, emang kamu mau ngajak aku kemana sih?”
“Pokoknya ikut aja dulu, ntar juga tau”
Aku, Tia, adikku dan temannya tia pergi ke tempat itu. Sesampainya di suatu gunung ternyata aku kami harus jalan melewati gunung dulu untuk sampai kesana. Kamipun sama-sama pergi berjalan kesana, namun karena aku yang begitu bodoh dengan cinta, aku memanjakan diri kepada Tia, aku memintanya untuk memegang tanganku menaiki gunung. Seharusnya sih terbalik, seharusnya aku yang megang tangannya Tia, tapi itulah bodohnya aku yang merasa kelakuanku itu benar. Kami tidak bisa melanjutkan perjalanan kami karena waktu tidak memungkinkan, dan akhirnya kamipun kembali lagi. Di tengah perjalanan lagi-lagi aku membuat masalah, aku marah-marah dan mengajaknya ke suatu tempat untuk berbicara,
“Bodoh, kamu sayang gak sih sama aku?”
 “Gak ada yang bisa tau perasaanya Tia, Tia juga gak tau perasaan kakak itu gimana, percuma Tia omongin, ntar kakak pasti tanya-tanya terus perasaanya Tia walaupun Tia ngomongnya beribu kali”
Aku terdiam kebingungan, penuh dengan tanda tanya tentang perasaannya Tia.
Keesokan harinya Tia sms aku seperti biasa, namun pada saat itu pula aku melakukan hal yang begitu bodoh karena aku ingin tau perasaannya Tia. Aku sms Tia dengan mengaku sebagai ceweknya aku,
“Maaf ini siapa yah?”
“Ini Tia bodoh, kok lupa sih”
“Saya bukan bodoh, tapi saya nurul”
“Maaf ini nurul siapa yah?, ini bukannya satria?”
“Ini nurul pacarnya satria, dan sekarang satrianya kecelakaan, dia dirawat dirumahku dan aku lagi duduk nungguin dia pulih di kamarku”
“loh, ngapain kalian disitu, bawa pulang satria cepat, gak baik cowok sama cewek berduaan dalam kamar”
“Emang kamu siapanya satria sih pake ngelarang segala”
“pokoknya bawa pulang satria cepat, kalau gak dimana rumah kamu biar aku jemput satria sekarang”
“Maaf ya, aku gak bisa ngebiarin satria pergi gitu aja dengan kamu”
“dasar cewek anjing, makan tuh satria, aku gak butuh tau gak”
Tia begitu marah pada saat itu, karena dia paling membenci pacarnya yang selingkuh. Tia menelpon adikku dengan penuh amarah dan minta putus. Aku kaget sekali mendengar hal itu, aku mencoba menghubunginya beberapa kali tapi gak ada jawaban yang aku terima, sampai 3 hari aku gak tau kabarnya Tia, aku sedih sekali hubunganku harus berakhir lagi dengan kesedihan, walaupun saat itu aku pacaran sama Tia sebulan. Tia adalah satu-satunya cewek yang mampu bertahan sama aku selama sebulan, cewek yang paling lama berpacaran denganku.
Akhirnya aku sadar satu hal tentang kisah cintaku selama ini. Cintaku begitu bodoh, sehingga membuat aku selalu saja membuat hal-hal bodoh yang membuat pacarku tidak betah sama aku. Setiap kali aku pacaran aku selalu menjadi cowok yang begitu manja dan tak pernah bisa untuk tegas, aku selalu membuat masalah di tengah perjalanan cintaku yang akhirnya membuat aku juga sakit hati. Saat itu aku merasa melakukan hal yang begitu bodoh sekali walaupun akhirnya Tia mau memaafkan aku, tapi tidak untuk balik sama aku.
Ok aku kecewa, aku sedih, aku sakit, dan lainnya. Tapi aku juga bahagia, karena aku dapat pelajaran dari itu semua. Mungkin kalau gak begitu aku tidak akan berubah sampai sekarang, dan berkat itu juga aku yang dulunya adalah ketergantungan obat-obatan bisa melepas itu semua, itu adalah sebuah patah hati yang membuat aku menyadari cintaku. Aku juga harus berterima kasih sekali pada si Bodoh yang cantik dan unik itu, karena dia aku bisa berubah sampai sekarang. Sampai kapanpun dia tetap menjadi kenangan terindahku, dan aku akan tetap mengingat gigi gingsulnya yang lucu itu, sungguh BODOH.

Post a Comment Blogger Disqus