0
Arti sebuah perpisahan  Oleh    : Rahmat satria              Hari minggu, hari dimana semua orang menikmati liburannya, begitupun dengan Ryan, seorang cowok yang gak pernah alpa untuk jalan-jalan dihari minggu, baginya malam minggu dan hari minggu itu adalah hari yang special, tak peduli dia punya pacar atau gak, hari itu tetap menjadi hari yang special baginya. Ryan yang suka sekali jalan-jalan, hari itu dia pergi ke pantai untuk refreshing. Ryan yang biasanya pergi bersama teman-temannya ke pantai, entah kenapa hari itu dia pergi sendirian dengan penampilan yang rapi banget, “Mau pergi kemana lu yan, rapi amet” kata Rudi teman sepergaulannya “Biasalah, ini kan hari minggu, masa gue dirumah, gak jaman man” “emang lu mau kemana siang-siang begini, dengan pakaian rapi lagi” “kan gue udah bilang, gue mau jalan-jalan ke pantai, yah cuci mata gitu, sambil menikmati keindahan pantai, mau gak lu?” “ogah ah, males gue” Karena temannya gak mau ikut Ryan pergi ke pantai sendirian, sambil menikmati indahnya pantai Ryan duduk di pinggir pantai ditemani sebotol minuman dan musik, dengan penampilan yang benar-benar keren, Ryan duduk sambil melirik cewek-cewek, gak peduli sudah ada yang punya di embat juga. Sakin asyknya memandangi pantai yang indah, tiba-tiba dia melihat seorang cewek yang sedang mandi di pantai, Ryan terdiam sejenak, “wow, cantik banget tuh cewe” ucap Ryan melihat cewek di pantai yang memikat hatinya, Ryanpun terus memandangi cewek tersebut, karena terus dipandangi cewek itu kembali memandangi Ryan, Ryanpun jadi salah tingkah, dan cewek itu melanjutkan mandinya. Karena cewek itu telah memikat hatinya Ryan berniat untuk mengganggunya, Ryan terus memantau cewek tersebut sampai ia selesai mandi. Karena Ryan yang agak pemalu, dia begitu gugup untuk mendekati cewek itu, ryan mengambil nafas panjang-panjang untuk menenangkan dirinya, dan diapun pergi mendekati cewek tersebut. “Ehm, maaf mengganggu mbak” “oh, iya gak apa-apa, ada apa ya” “kebetulan tadi mbak menarik perhatian saya, by the way, boleh kenalan gak?” “oh boleh, saya Irma” “saya Ryan, kita kan udah kenalan nih, tapi kayaknya gak bakalan asyk deh kalau gak dilanjutin” “maksudnya?” “kebetulan handphone saya lagi ngambek ni mbak, dia error gitu, katanya dia gak bakalan berfungsi kalau gak tertulis nomor dan namanya mbak dikontaknya” “hehe, bisa aja kamu” Akhirnya Ryanpun mendapatkan nomor handphone irma, dengan penuh kegembiraan Ryan pulang, dia tak menyangka hari itu adalah hari terbaiknya dimana dia begitu berani dan keberaniannyapun tak sia-sia. Malam harinya Ryan menghubungi Irma, Ryan yang begitu romantis dan mempunyai banyak stock kata-kata gombal yang sudah hampir punah karena gak pernah dipakai, malam itu Ryan mengeluarkan semua rayuannya, jelas saja Irma terkesima mendengar rayuan-rayuan dari Ryan, walaupun agak terlalu, tapi Irma senang mendengarnya karena jarang sekali ada yang merayunya dengan kata-kata seperti itu. Seiring waktu berlalu membuat hubungan Ryan dan Irma semakin dekat. Ryan mengajak Irma untuk berkencan, Ryan mengajak Irma pergi ke pantai dimana pertama kali mereka bertemu. “Irma, kamu tau gak kenapa aku membawa kamu ke tempat ini?” “gak tau, emang kenapa?” “Karena tempat ini udah mempertemukan aku sama kamu” “Mulai dah gombalnya” “hehe, kali ini aku serius kok, tempat ini sudah mempertemukan kita, dan aku ingin tempat ini juga bisa menyatukan kita” “maksud kamu?” “aku ingin tempat ini, bintang-bintang disini, dan semua yang melihat kita saat ini menjadi saksi kalau aku sayang sama kamu, dan aku ingin jadi pacar kamu” “kamu serius yan? Kita kan baru kenal” “aku gak tau tentang seberapa lama perkenalan kita, aku cuma tau kalau perkenalan itu membuatku sayang sama kamu” “kalau begitu ok dah, aku juga mau jadi pacar kamu” Di malam itu Ryan dan Irma akhirnya berpacaran, begitu bahagianya Ryan bisa mendapatkan orang yang dia sayang. Sebulan sudah mereka berpacaran. Layaknya kehidupan, masalah datang menghampiri hubungan mereka, Irma jadi jarang memb
Arti sebuah perpisahan

Oleh    : Rahmat satria

            Hari minggu, hari dimana semua orang menikmati liburannya, begitupun dengan Ryan, seorang cowok yang gak pernah alpa untuk jalan-jalan dihari minggu, baginya malam minggu dan hari minggu itu adalah hari yang special, tak peduli dia punya pacar atau gak, hari itu tetap menjadi hari yang special baginya. Ryan yang suka sekali jalan-jalan, hari itu dia pergi ke pantai untuk refreshing. Ryan yang biasanya pergi bersama teman-temannya ke pantai, entah kenapa hari itu dia pergi sendirian dengan penampilan yang rapi banget,
“Mau pergi kemana lu yan, rapi amet” kata Rudi teman sepergaulannya
“Biasalah, ini kan hari minggu, masa gue dirumah, gak jaman man”
“emang lu mau kemana siang-siang begini, dengan pakaian rapi lagi”
“kan gue udah bilang, gue mau jalan-jalan ke pantai, yah cuci mata gitu, sambil menikmati keindahan pantai, mau gak lu?”
“ogah ah, males gue”
Karena temannya gak mau ikut Ryan pergi ke pantai sendirian, sambil menikmati indahnya pantai Ryan duduk di pinggir pantai ditemani sebotol minuman dan musik, dengan penampilan yang benar-benar keren, Ryan duduk sambil melirik cewek-cewek, gak peduli sudah ada yang punya di embat juga. Sakin asyknya memandangi pantai yang indah, tiba-tiba dia melihat seorang cewek yang sedang mandi di pantai, Ryan terdiam sejenak,
“wow, cantik banget tuh cewe” ucap Ryan melihat cewek di pantai yang memikat hatinya, Ryanpun terus memandangi cewek tersebut, karena terus dipandangi cewek itu kembali memandangi Ryan, Ryanpun jadi salah tingkah, dan cewek itu melanjutkan mandinya. Karena cewek itu telah memikat hatinya Ryan berniat untuk mengganggunya, Ryan terus memantau cewek tersebut sampai ia selesai mandi. Karena Ryan yang agak pemalu, dia begitu gugup untuk mendekati cewek itu, ryan mengambil nafas panjang-panjang untuk menenangkan dirinya, dan diapun pergi mendekati cewek tersebut.
“Ehm, maaf mengganggu mbak”
“oh, iya gak apa-apa, ada apa ya”
“kebetulan tadi mbak menarik perhatian saya, by the way, boleh kenalan gak?”
“oh boleh, saya Irma”
“saya Ryan, kita kan udah kenalan nih, tapi kayaknya gak bakalan asyk deh kalau gak dilanjutin”
“maksudnya?”
“kebetulan handphone saya lagi ngambek ni mbak, dia error gitu, katanya dia gak bakalan berfungsi kalau gak tertulis nomor dan namanya mbak dikontaknya”
“hehe, bisa aja kamu”
Akhirnya Ryanpun mendapatkan nomor handphone irma, dengan penuh kegembiraan Ryan pulang, dia tak menyangka hari itu adalah hari terbaiknya dimana dia begitu berani dan keberaniannyapun tak sia-sia.
Malam harinya Ryan menghubungi Irma, Ryan yang begitu romantis dan mempunyai banyak stock kata-kata gombal yang sudah hampir punah karena gak pernah dipakai, malam itu Ryan mengeluarkan semua rayuannya, jelas saja Irma terkesima mendengar rayuan-rayuan dari Ryan, walaupun agak terlalu, tapi Irma senang mendengarnya karena jarang sekali ada yang merayunya dengan kata-kata seperti itu.
Seiring waktu berlalu membuat hubungan Ryan dan Irma semakin dekat. Ryan mengajak Irma untuk berkencan, Ryan mengajak Irma pergi ke pantai dimana pertama kali mereka bertemu.
“Irma, kamu tau gak kenapa aku membawa kamu ke tempat ini?”
“gak tau, emang kenapa?”
“Karena tempat ini udah mempertemukan aku sama kamu”
“Mulai dah gombalnya”
“hehe, kali ini aku serius kok, tempat ini sudah mempertemukan kita, dan aku ingin tempat ini juga bisa menyatukan kita”
“maksud kamu?”
“aku ingin tempat ini, bintang-bintang disini, dan semua yang melihat kita saat ini menjadi saksi kalau aku sayang sama kamu, dan aku ingin jadi pacar kamu”
“kamu serius yan? Kita kan baru kenal”
“aku gak tau tentang seberapa lama perkenalan kita, aku cuma tau kalau perkenalan itu membuatku sayang sama kamu”
“kalau begitu ok dah, aku juga mau jadi pacar kamu”
Di malam itu Ryan dan Irma akhirnya berpacaran, begitu bahagianya Ryan bisa mendapatkan orang yang dia sayang.
Sebulan sudah mereka berpacaran. Layaknya kehidupan, masalah datang menghampiri hubungan mereka, Irma jadi jarang membalas sms dari Ryan dan terkadang menolak ajakan Ryan untuk berkencan, Ryan jadi jarang sekali bertemu dan mendapat kabar dari Irma. Karena Ryan seorang cowok yang sering sekali merasakan sakitnya cinta dan kehidupan, dia telah terbiasa dengan itu semua. Ryan tau kalau Irma sudah merasa jenuh dengan hubungan itu,
“Aku tau kok kamu sekarang sudah merasa jenuh dengan aku, tapi it’s okay, aku gak maksa kamu untuk tetap bertahan sama aku, tenang aja! Aku sudah terbiasa kok dengan hal itu, aku gak tau sampai kapan aku terus seperti ini, tapi aku tau suatu saat kisah cintaku yang pahit selama ini akan berakhir. Mulai sekarang kamu boleh menentukan pilihan kamu sendiri, dan semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu itu, good bye”
Ryan dan Irma akhirnya putus, walaupun Ryan tak menginginkan hal itu, tapi dia tidak memaksakan untuk terus bersama. Dari sekian banyak kenyataan pahit yang hadir pada kisah cinta Ryan, ada satu pelajaran yang dapat Ryan petik,
“ Cinta bagaikan kehidupan, punya awal dan punya akhir. Entah akhirnya akan bahagia atau tidak, yang jelas semua perpisahan pasti mempunyai arti tersendiri. Seandainya kita dapat memetik satu pelajaran, cinta itu bukan di ukur dari dalamnya persaan cinta tapi bagaimana cara kita menyikapinya. Mungkin kisah cintaku selalu berakhir dengan kesedihan, tapi dengan kesedihan itu aku bisa bangkit dan menjadi lebih baik. Cinta memang sering menyakitiku, tapi aku juga bisa mendapat kebahagiaan dari cinta. Satu hal yang aku selalu terapkan, kalau aku hubunganku berakhir, berarti ada seseorang yang lebih baik yang akan mendampingiku kelak. Aku gak tau kapan itu akan datang, tapi itu pasti akan datang, semakin banyak kesakitan yang kurasakan, semakin banyak pelajaran yang aku dapatkan untuk membina hubungan yang lebih baik. Itulah yang membuat aku tetap bertahan sampai sekarang dan tetap menikmati indahnya cinta. Karena cinta itu indah”.

Post a Comment Blogger Disqus