0

Puisi Mengenangmu  Mengenangmu......  Seperti berkelana jauh menjelajah bintang  memetik setiap noktah-noktah cahayanya  yang membentuk wajahmu dirangka langit  lalu melukiskannya kembali di kanvas hati dengan lembut cahaya bulan yang terbit dari indah matamu  Mengenangmu.......  Bagai menikmati setiap tetes bening embun  yang menyebar rata pada rumput pekarangan  lalu menuainya satu-satu  dan kupintal rapi bersama desir rindu  yang terus mengalun meski mata sudah terjaga  dari rangkaian mimpi indah tentangmu  Mengenangmu......  Laksana menikmati larik pelangi dibatas cakrawala  Yang melengkung sempurna serupa senyummu  lalu dari sana, kujadikan setiap bilah warnanya  menjadi seikat puisi  yang kukirimkan padamu  bersama derai gerimis dan desah pilu tak berkesudahan  Mengenangmu.......  Seperti mengayuh sampan kecil di danau yang sepi  Dimana setiap kali kayuhnya yang jatuh  memercik menerpa air  Adalah detak-detak jantungku  yang telah lelah menghitung waktu  sejak dirimu berlalu  dan meninggalkan jejak lembut cahaya bulan  juga serpih kenangan  mengendap didasar hati   dari matamu…
Puisi Mengenangmu
Mengenangmu......
Seperti berkelana jauh menjelajah bintang
memetik setiap noktah-noktah cahayanya
yang membentuk wajahmu dirangka langit
lalu melukiskannya kembali
di kanvas hati
dengan lembut cahaya bulan
yang terbit dari indah matamu
Mengenangmu.......
Bagai menikmati setiap tetes bening embun
yang menyebar rata pada rumput pekarangan
lalu menuainya satu-satu
dan kupintal rapi bersama desir rindu
yang terus mengalun meski mata sudah terjaga
dari rangkaian mimpi indah tentangmu
Mengenangmu......
Laksana menikmati larik pelangi dibatas cakrawala
Yang melengkung sempurna serupa senyummu
lalu dari sana, kujadikan setiap bilah warnanya
menjadi seikat puisi
yang kukirimkan padamu
bersama derai gerimis dan desah pilu tak berkesudahan
Mengenangmu.......
Seperti mengayuh sampan kecil di danau yang sepi
Dimana setiap kali kayuhnya yang jatuh
memercik menerpa air
Adalah detak-detak jantungku
yang telah lelah menghitung waktu
sejak dirimu berlalu
dan meninggalkan jejak lembut cahaya bulan
juga serpih kenangan
mengendap didasar hati 
dari matamu…

Post a Comment Blogger Disqus