0
Puisi bersamanya kutemukan jawaban  Langkah tak terhalang pada denyut bumi yang isyaratkan damai akan sentuhan kasih yang nyanyikan keindahan rasa hingga kau tersenyum hingga kau tertawa  akan kerinduan yang mencium raga tertawa denganya yg selalu damaikan hatiku bersama nya kutemukan jawaban resah ku bersamanya bangkitkanku dari kelumpuhan hati Resah mematuk pada dentang malam hingga terkulai di derasnya kabut  Oase cinta mengalir jernih obati dahagaku kafilah tetap berlalu membawa gundah ku pergi jauh kerinduan ini tak pernah akan kunjung padam hingga ku temukan syair2 cinta baru  Syair yang membawamu melayang pada hamparan pucuk pinus yang terang benderang akan cahaya yang menyelimuti hingga dirimu tersenyum dan jiwamu tenang  Tak peduli entah berapa banyak duri kaktus menusuk tak hirau entah berapa banyak belati kepahitan hidup mengoyak membran langkah ku namun tak mematikan benih rindu yg telah lama ku semai di jingga kecil ku karena aku adalah nafas nya karena dia adalah jantungku dan diri nya denyut nadiku  Dia memberi seteguk air kesucian yang sirami rasa memberi nilai pada arti hidup yang berliku hinga ku sampirkan pada kelopak hati akan kerinduanku yang mengerus resah ingin ku simpan malam dengan indahnya ingin ku dekap siang dengan senyumnya dan aku menangis bahagia akan damai yang tercipta
Puisi bersamanya kutemukan jawaban

Langkah tak terhalang
pada denyut bumi yang isyaratkan damai
akan sentuhan kasih yang nyanyikan keindahan rasa
hingga kau tersenyum
hingga kau tertawa

akan kerinduan yang mencium raga

tertawa denganya yg selalu damaikan hatiku
bersama nya kutemukan jawaban resah ku
bersamanya bangkitkanku dari kelumpuhan hati
Resah mematuk pada dentang malam
hingga terkulai di derasnya kabut

Oase cinta mengalir jernih obati dahagaku
kafilah tetap berlalu membawa gundah ku pergi jauh
kerinduan ini tak pernah akan kunjung padam
hingga ku temukan syair2 cinta baru

Syair yang membawamu melayang
pada hamparan pucuk pinus
yang terang benderang akan cahaya yang menyelimuti
hingga dirimu tersenyum dan jiwamu tenang

Tak peduli entah berapa banyak duri kaktus menusuk
tak hirau entah berapa banyak belati kepahitan hidup mengoyak membran langkah ku
namun tak mematikan benih rindu yg telah lama ku semai di jingga kecil ku
karena aku adalah nafas nya
karena dia adalah jantungku
dan diri nya denyut nadiku

Dia memberi seteguk air kesucian yang sirami rasa
memberi nilai pada arti hidup yang berliku
hinga ku sampirkan pada kelopak hati
akan kerinduanku yang mengerus resah
ingin ku simpan malam dengan indahnya
ingin ku dekap siang dengan senyumnya
dan aku menangis bahagia akan damai yang tercipta

Post a Comment Blogger Disqus