0
Puisi Aku yang biasa   Beberapa hari ini ku sering berjumpa dengan senja Aku yg biasa bersembunyi dibalik jeruji gulita Kini mulai tertawa dibawah sinaran surya Meski aku masih pemalu Terkadang tertunduk nan bisu Mungkin karna aku sudah lelah Dan kini saatnya tuk menyerah bukan untuk kalah tp berjuang melawan lemah Ya... aku tak boleh lemah Aku yg biasa membiru Lipu diharu sendu Tak akan berlarut dalam pilu Rela tenggelam diatas derita Aku bukan seperti itu Aku yg biasa sendiri Kini mulai membuka diri Meski akhirnya masih sendiri Namun saat ini berbeda dengan sebelumnya Lebih berwarna yg kurasa Lebih bersemangat dari yg kuduga Aku yg biasa berputus asa Kini lebih percaya Tetap yakin dalam berharap Tetap tenang meski harus melepaskan Tetap sabar dalam ikhtiar Sampai jalan ceritanya Dia tentukan yg terbaik dari yg terbaik Dan aku yg biasa ini tetap ciptaan Dia Yang Maha Segalanya Dan ku syukuri itu Alhamdulillah  sumber
Puisi Aku yang biasa


Beberapa hari ini ku sering berjumpa dengan senja
Aku yg biasa bersembunyi dibalik jeruji gulita
Kini mulai tertawa dibawah sinaran surya
Meski aku masih pemalu
Terkadang tertunduk nan bisu
Mungkin karna aku sudah lelah
Dan kini saatnya tuk menyerah bukan untuk kalah tp berjuang melawan lemah
Ya... aku tak boleh lemah
Aku yg biasa membiru
Lipu diharu sendu
Tak akan berlarut dalam pilu
Rela tenggelam diatas derita
Aku bukan seperti itu
Aku yg biasa sendiri
Kini mulai membuka diri
Meski akhirnya masih sendiri
Namun saat ini berbeda dengan sebelumnya
Lebih berwarna yg kurasa
Lebih bersemangat dari yg kuduga
Aku yg biasa berputus asa
Kini lebih percaya
Tetap yakin dalam berharap
Tetap tenang meski harus melepaskan
Tetap sabar dalam ikhtiar
Sampai jalan ceritanya Dia tentukan yg terbaik dari yg terbaik
Dan aku yg biasa ini tetap ciptaan Dia Yang Maha Segalanya
Dan ku syukuri itu
Alhamdulillah

sumber

Post a Comment Blogger Disqus