0
Ada Luka   Ada kesedihan dimatanya yg tak bisa ku terka seberapa dalam ia terluka  melihatnya seperti butiran salju yg turun dengan lembut namun ketika diraba begitu dingin rasanya  matanya penuh warna derita yg seakan selalu berbicara "bunuh aku"  aku melihat hati yg sangat kesepian  namun ketika kuhangatkan, ia menghindar seakan selama ini ia bentengi kehidupannya mengindahkan kegelapan yg pekat didalam hatinya  bagaimana ia bertahan sampai saat ini ?  butuh banyak orang untuk hidup seperti itu  tapi mengapa ia tidak ?  mengapa menyiksa hidup dengan kesendirian ?  banyak tanya yg kupikirkan  namun ia terdiam tak pernah menjawab  ada banyak hal yg tak bisa kita mengerti  tapi satu hal yg pasti kita bisa lakukan  duduk disampingnya sampai ia merasa tidak ingin mati  dan menyerahkan hidupnya hanya pada ILLAHI
Ada Luka

Ada kesedihan dimatanya yg tak bisa ku terka seberapa dalam ia terluka
melihatnya seperti butiran salju yg turun dengan lembut namun ketika diraba begitu dingin rasanya
matanya penuh warna derita yg seakan selalu berbicara "bunuh aku"
aku melihat hati yg sangat kesepian 
namun ketika kuhangatkan, ia menghindar
seakan selama ini ia bentengi kehidupannya
mengindahkan kegelapan yg pekat didalam hatinya
bagaimana ia bertahan sampai saat ini ?
butuh banyak orang untuk hidup seperti itu
tapi mengapa ia tidak ?
mengapa menyiksa hidup dengan kesendirian ?
banyak tanya yg kupikirkan
namun ia terdiam tak pernah menjawab
ada banyak hal yg tak bisa kita mengerti
tapi satu hal yg pasti kita bisa lakukan
duduk disampingnya sampai ia merasa tidak ingin mati
dan menyerahkan hidupnya hanya pada ILLAHI

Post a Comment Blogger Disqus