0
Tanah yang tak hendak lagi menampung
kepala menoleh-noleh tingkah beralun itu
dikaki bumi surya berpisah keseribu rupa
berjalan sendiri dalam pecah gemetar tubuh kaku

Engkaukah menyusuri rangkaian tentang mimpi ?
dan betapa lunak irama-irama kebangkitan abadi
napas-napas teduh dan nikmat tersusun silih berganti
setelah kau menyerah kepada Mati

Inikah mati, menggali gunung-gunung dibumi
ketika menunggu wasiat bertanda Ilahi
menghitung jujur dan sejuta kezaliman seluruh usia
lalu sayap burung-burung murai rebah dimatahari

Jalannya sendiri diliku fana sejenak bernyanyi
kesempatan tak bisa bicara beramai-ramai
bila hanyut pedoman pembawa arah
untuk dicari sekuat mendapatkan kebulatan cinta

Tanah merah menjanjikan doa-doa
mengapa dirasa gelisah yang takut mati ?
tiap musim kita hidup cuma melepas pergi
dermakan kesadaran tempat kita terbujur

Inikah mati, melepas burung-burung yang terbang
menyambut ketenangan dinegeri baka
kemudian tangis menyusui kecintaan doa
tiada kuasa airmata subur memegang tangannya

Nanti diseberang waktu orang-orang mewaris benih
menutup matanya kelopak-kelopak kemboja
membasuh tanggul tercuci penuh kasih
dan kita pernah saling tahu, esok terlupa derita ini.

Disebelah barat ada yang mati,
Disebelah timur ada yang menangis,
Kemarin ada yang mati,
Mungkin esok bertambah lagi,
Kita hanya menunggu giliran tiba,
Maka tak perlu takut atau disesali

Karya: Aby Santika II

Tanah yang tak hendak lagi menampung kepala menoleh-noleh tingkah beralun itu dikaki bumi surya berpisah keseribu rupa berjalan sendiri dalam pecah gemetar tubuh kaku  Engkaukah menyusuri rangkaian tentang mimpi ? dan betapa lunak irama-irama kebangkitan abadi napas-napas teduh dan nikmat tersusun silih berganti setelah kau menyerah kepada Mati  Inikah mati, menggali gunung-gunung dibumi ketika menunggu wasiat bertanda Ilahi menghitung jujur dan sejuta kezaliman seluruh usia lalu sayap burung-burung murai rebah dimatahari  Jalannya sendiri diliku fana sejenak bernyanyi kesempatan tak bisa bicara beramai-ramai bila hanyut pedoman pembawa arah untuk dicari sekuat mendapatkan kebulatan cinta  Tanah merah menjanjikan doa-doa mengapa dirasa gelisah yang takut mati ? tiap musim kita hidup cuma melepas pergi dermakan kesadaran tempat kita terbujur  Inikah mati, melepas burung-burung yang terbang menyambut ketenangan dinegeri baka kemudian tangis menyusui kecintaan doa tiada kuasa airmata subur memegang tangannya  Nanti diseberang waktu orang-orang mewaris benih menutup matanya kelopak-kelopak kemboja membasuh tanggul tercuci penuh kasih dan kita pernah saling tahu, esok terlupa derita ini.  Disebelah barat ada yang mati, Disebelah timur ada yang menangis, Kemarin ada yang mati, Mungkin esok bertambah lagi, Kita hanya menunggu giliran tiba, Maka tak perlu takut atau disesali  Karya: Aby Santika II   INIKAH MATI
INIKAH MATI

Post a Comment Blogger Disqus