0
Entah aku penuh tanya,
anugerah & lara berkolaburasi didalam mimpiku yg penuh tanda tanya,
pohon hayati-pun bercerita,
asal muasal tlah terulang-ulang didalam rasa,
namun sayang belum kumengerti dari semua terasa,
melebur badan menjadi nyawa,
nyawa berhujung rasa,
langgeng dalam kelanggengan rasa yg nyata...

Entah aku bertanya,
tapi tanya-ku slalu dijawab oleh rasa,
dimana Sang Guru Putih nan mulya,
disitu ada aku dalam tiada,
dimana Sukma Duka,
disitu ada aku yg tiada,
aku bingung jika bertanya,
sebab aku sendiri tahu jawabannya,
aku bingung harus bertanya apa...

Semoga lepas roda samsara,
semoga lepas semua tanda tanya,
sungguh tiada itu ada,
sungguh ada itu tiada...

Perjanjianku sungguh nyata,
namun sayang badan tersiksa,
demi revolusi diri agar hidup selaras serasi & penuh makna,
satu nafas-pun ada yg berkata,
terjaga & terlelap jadi tiada beda,
berdebu sedikit terkena bala',
apa aku mampu seputih salju yg tiada sedikitpun noda,
sungguh aku tak mampu atas buana,
aku bukan pilihan bukan pula yg dipilih sumbernya rasa,
aku hanya berusaha menyelami rasa,
sebab tanpa rasa aku tiada...

Dicaci berdiam saja,
diagungkan-pun senyum tiada,
apakah aku hampa,
apa aku mencinta yg tiada,
tapi aku takut cinta yg dusta,
sungguh hampa bagiku adalah merasakan yg tiada,
aku tlah terfana dibalik syarat keagungan-Nya...

Karya: Agil Gabriel Ortodox

Entah aku penuh tanya, anugerah & lara berkolaburasi didalam mimpiku yg penuh tanda tanya, pohon hayati-pun bercerita, asal muasal tlah terulang-ulang didalam rasa, namun sayang belum kumengerti dari semua terasa, melebur badan menjadi nyawa, nyawa berhujung rasa, langgeng dalam kelanggengan rasa yg nyata...  Entah aku bertanya, tapi tanya-ku slalu dijawab oleh rasa, dimana Sang Guru Putih nan mulya, disitu ada aku dalam tiada, dimana Sukma Duka, disitu ada aku yg tiada, aku bingung jika bertanya, sebab aku sendiri tahu jawabannya, aku bingung harus bertanya apa...  Semoga lepas roda samsara, semoga lepas semua tanda tanya, sungguh tiada itu ada, sungguh ada itu tiada...  Perjanjianku sungguh nyata, namun sayang badan tersiksa, demi revolusi diri agar hidup selaras serasi & penuh makna, satu nafas-pun ada yg berkata, terjaga & terlelap jadi tiada beda, berdebu sedikit terkena bala', apa aku mampu seputih salju yg tiada sedikitpun noda, sungguh aku tak mampu atas buana, aku bukan pilihan bukan pula yg dipilih sumbernya rasa, aku hanya berusaha menyelami rasa, sebab tanpa rasa aku tiada...  Dicaci berdiam saja, diagungkan-pun senyum tiada, apakah aku hampa, apa aku mencinta yg tiada, tapi aku takut cinta yg dusta, sungguh hampa bagiku adalah merasakan yg tiada, aku tlah terfana dibalik syarat keagungan-Nya...  Karya: Agil Gabriel Ortodox   HAMPAu
HAMPA

Post a Comment Blogger Disqus