0
TERJAGA MIMPI  ~Mendung itu kian mengutuku.,  seakan Menjadikan pijak tilas para Pendosa Masa...   ~Di sela ranting kering putaran jaman  Angin itu Membenciku,,   ~Riak meludah gemericik menghapus gambaran Takdir ku..   ~Kelopak kembang seroja kenangan,,  masih Layu di tepi pujian   ~Selembar badan terlukis Hina, mengafani diri terbungkus Sunyi.   ~Semestinya aku tiada beranjak dari Mimpi,  membaca bahasa Langit, mengeja coretan Bumi.   ~Hanya rintik tiada Makna  Sekedar bahasa Basi tanpa Arti  ~Lelah ku kian berguman pada Butiran Hari usai keringat kuyukan Badan..   ~Dan di antara Mereka yg hendak mengalungkan Pias tembaga warna Senja..  hendak Mengusung sesal kala Terik masih bernyanyi,,   *di Aksara Mimpi..   Karya: Sàñg Hyàñg Wiñàrà
TERJAGA MIMPI
~Mendung itu kian mengutuku.,
seakan Menjadikan pijak tilas para Pendosa Masa...

~Di sela ranting kering putaran jaman
Angin itu Membenciku,,

~Riak meludah gemericik menghapus gambaran Takdir ku..

~Kelopak kembang seroja kenangan,,
masih Layu di tepi pujian

~Selembar badan terlukis Hina, mengafani diri terbungkus Sunyi.

~Semestinya aku tiada beranjak dari Mimpi,
membaca bahasa Langit, mengeja coretan Bumi.

~Hanya rintik tiada Makna
Sekedar bahasa Basi tanpa Arti
~Lelah ku kian berguman pada Butiran Hari usai keringat kuyukan Badan..

~Dan di antara Mereka yg hendak mengalungkan Pias tembaga warna Senja..
hendak Mengusung sesal kala Terik masih bernyanyi,,

*di Aksara Mimpi..

Karya: Sàñg Hyàñg Wiñàrà

Post a Comment Blogger Disqus